“Khairunnas Anfa’uhum Linnas — Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Makassar, (31/07) – Berpijak pada hadits luhur tersebut, di bawah naungan rahmat Rabbul Izzati yang menyelimuti denyut peradaban kota Makassar, keluarga besar Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS) kembali mengejawantahkan nilai-nilai ukhuwah islamiyah dan takaful (solidaritas sosial). Menutup lembaran Sayyidul Ayyam (Jumat yang agung) di penghujung Juli, bahtera filantropi ini sukses melabuhkan amanah yang kian membesar, yakni 653 paket nutrisi siap saji kepada kaum dhuafa, fakir miskin, dan para mustahiq di berbagai sudut wilayah.

Angka yang menyentuh ratusan ini bukanlah sekadar kalkulasi matematis, melainkan wujud nyata dari fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) yang bermuara pada kejernihan nurani para dunsanak. Program ini secara istiqomah menghidupkan denyut nadi ekonomi sirkular keumatan; di mana sajian nutrisi dibeli langsung dari jejaring Rumah Makan Padang milik anggota. Sebuah ikhtiar yang melahirkan pendaran ganda: membasuh lara kaum prasejahtera, sekaligus merawat ketahanan ekonomi UMKM Minang di tanah rantau agar senantiasa mubarak.
Harmoni amal jariyah ini kembali diarsiteki oleh barisan pahlawan kuliner Nusantara, para Owner Rumah Makan Padang. Kafilah kedermawanan ini terus dikomandoi secara konsisten oleh GM Restoran Sederhana, Zainal Sutan Parmato. Syiar kebaikan ini bahkan semakin bergaung kuat meretas batas wilayah, menjangkau jazirah utara melalui dedikasi ikhlas Pak Kumis Syahrial (RM Rantau Minang Manado) dan Pendi (Istana Minang Manado), yang menggerakkan puluhan pengusaha kuliner lainnya dalam satu simfoni pengabdian tanpa batas.

Eskalasi kedermawanan di penghujung Juli ini diwarnai oleh gelombang partisipasi masif. Sekat-sekat atribut struktural dan duniawi melebur sempurna, menjadikan para pimpinan institusi, perwira militer, birokrat, hingga korporasi sebagai hamba-hamba Allah yang menabung pundi-pundi keberkahan melalui perahu IKASMIN-SS.
Kepercayaan terhadap wadah ini terus memancarkan cahaya di lingkungan Korps Adhyaksa.
Dukungan tulus mengalir dari para elit Kejaksaan, di antaranya Dr. Jefferdian, S.H., M.H. (Kajati Papua) dan Dr. Diah Yuliastuti, S.H., M.H. (Wakajati Kepri), yang berbaris rapi bersama jajaran pimpinan teritorial seperti Dr. Iwan Setiawan, S.H., M.H. (Kajari Binjai), Dr. Koswara, S.H., M.H. (Kajari Padang), Agung Bagus Kade Kusmiantara, S.H., M.H. (Kajari Jepara), Tasjrifin Muljana A.H. (Kajari Kotamobagu), A. Fajar Anugrah Setiawan (Kajari Enrekang), Dr. Marel Gampo Langik, S.H., M.H. (Kajari Wakatobi), dan Nurul Hidayat, S.H., M.H. (Kajari Sawah Lunto). Kepedulian ini kian paripurna oleh hadirnya para Jaksa-jaksa handal seperti Andre Antonius, S.H., M.H. (Kampar), Rein Syahrini, S.H., M.H (Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Bukittinggi), Sitti Nurhidayah, S.H., M.H., Muhammad Idham Syam, Ayu Yulensi, S.H., dan Yoanda Weafandi.

Dari ufuk pertahanan, estafet kemanusiaan ini dikawal oleh perwira tinggi TNI AU, Marsma TNI Feri Yunaldi, S.E., M.Han. Sinergi kebaikan ini merambat amat subur ke panggung birokrasi pemerintahan, memeluk nama-nama besar pengabdi negara seperti Dr. H. Azhari, S.S.T.P., M.Si. (Bupati Buton Tengah), Sirajuddin Saraba, S.S.T.P., M.Si. (Kadishub Takalar), Darwis Daeng Ewa, S.Pd. (Kadis Pariwisata Takalar), Iwan Syahrial (Kabid KSOP Bitung Manado), serta Muhammad Ari Fadli (Kabid Satpol PP Makassar yang juga Mantan Camat Panakkukang).

Dukungan tersebut semakin kokoh dengan pendaran dedikasi dari sektor korporasi dan saudagar tangguh Nusantara, di antaranya Prof. Dr. Harris Artur Haedar (Dir. Legal Lion Group), A. Hari Suharna (Komisaris Dapur MBG), Maulana Anshari (Kacab BPJS Naker Makassar), H. Raflin Halid (Pelindo Makassar), Auditor Forensic, Al Fathria Berry (Consultant PT Tranadi Tataumi), TJ Suherman (Wiraswasta Manado), Ferdinal Chandra (Manado), Parawansa (Makassar), dan barisan hamba Allah mustatir dari berbagai penjuru negeri yang merahasiakan sedekahnya.

Momen Jum’at Berkah kali ini terasa semakin syahdu dan sarat makna. Di tengah suka cita menyalurkan ratusan amanah, keluarga besar IKASMIN-SS turut diliputi kebahagiaan atas turunnya takdir Rabbul Izzati yang mengangkat derajat dan amanah baru bagi lima punggawa hukum Korps Adhyaksa yang selama ini menjadi donatur istiqomah gerakan ini.

Kelima tokoh tersebut adalah H. Ardiansyah, S.H., M.H. (kini menjabat Wakajati Sulawesi Barat), Srikandi Adhyaksa Dr. Dessy Mutia, S.H., M.H. (kini menjabat Wakajati Jawa Barat), Dr. Alfian Bombing, S.H., M.H. (kini Kajari Tebo), Herbert P. Hutapea, S.H., M.H. (kini Kajari Tarakan), dan David Razi, S.E., S.H., M.H. (kini Kajari Tojo Una-Una).
Menyambut pendaran cahaya amanah baru ini, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, mewakili sanubari keluarga besar IKASMIN-SS, menyampaikan tahniah (ucapan selamat) yang terbingkai dalam untaian doa nan menggugah:
“Jum’at Berkah hari ini adalah saksi bisu betapa sedekah yang diulurkan dengan keikhlasan senantiasa berbuah rahmat dan jalan kemuliaan yang tak disangka. Mewakili segenap keluarga besar IKASMIN-SS, kami menghaturkan tahniah bercahaya atas amanah baru yang diemban oleh Bapak H. Ardiansyah, Bapak Dr. Alfian Bombing, Bapak Herbert P. Hutapea, dan Bapak David Razi.
Sejatinya, jabatan bukanlah mahkota keangkuhan, melainkan hamparan sajadah panjang tempat kita bersujud lewat karya dan kejujuran. Terbangkanlah kepak sayap keadilan di langit penugasan yang baru, dan jadikanlah mizan Ilahi sebagai kompas penuntun di setiap keputusan. Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa membalut langkah Bapak sekalian dengan taufiq, dan menjadikan kedermawanan yang rutin bapak-bapak titipkan pada kaum dhuafa melalui IKASMIN-SS ini, sebagai perisai pelindung (dafi’ul bala) dalam bertugas.”

Sebagai bentuk mas’uliyah (akuntabilitas) yang mutlak, sirkulasi gerbong amal ini dikelola secara profesional dan transparan melalui satu instrumen perbankan resmi organisasi (BCA, a.n. HENDRI – No. Rek: 110-095-1394).
Melalui ikhtiar tak putus ini, IKASMIN-SS kembali membuktikan bahwa kepedulian adalah bahasa kalbu yang mampu meretas segala sekat duniawi, mengiringi setiap langkah pengabdian di bumi pertiwi.
“Dari Lapau Minang untuk Kemaslahatan Umat, dari Rantau untuk Keberkahan Nusantara.”

