Dewan Pakar DPP IKM Dr. Ferry Taslim, Dt. Toembidjo Menghadiri Acara Pengajian Rutin IKM Manado: Merajut Ukhuwah dan Rindu Kampuang Halaman di Tanah Rantau

Dewan Pakar DPP IKM Dr. Ferry Taslim, Dt. Toembidjo Menghadiri Acara Pengajian Rutin IKM Manado: Merajut Ukhuwah dan Rindu Kampuang Halaman di Tanah Rantau

MANADO, 09/08) — Di bawah naungan langit pada Ahad yang sejuk, embusan angin di Bumi Nyiur Melambai turut menjadi saksi berlabuhnya jalinan ukhuwah islamiyah yang begitu syahdu. Bertempat di kediaman Bapak Rully Alfansuri, di bilangan Kompleks Maumbi Permai, Manado, Ikatan Keluarga Minang (IKM) DPD Manado menggelar majelis ilmu berupa pengajian rutin bulanan. Sebuah oase spiritual yang tidak hanya menyuburkan kalbu dengan lantunan zikir, namun juga merekatkan kembali simpul-simpul persaudaraan kaum perantau.

Majelis yang bernapaskan mahabbah ini dihadiri oleh anggota dan jajaran pengurus inti IKM DPD Manado yang senantiasa istiqomah menjaga suluh silaturahmi. Tampak hadir dalam kehangatan majelis tersebut Penasihat IKM Manado Syahrial Kumis, Wakil Ketua Usdi Mesing Chaniago, Sekjend Dede Afdal Bombai beserta Wakil Azmi, serta Wakil Bendahara Alex Ade Noviady. Turut membersamai jemaah lainnya yakni tokoh-tokoh penggerak IKM seperti Boy Sikumbang, Aran Afrizal, Annardy, Ir. Agung Sutrisno, Ramadhan Rahmad, hingga Ryan Boiko.

Di sela-sela untaian doa dan tausiyah yang menyejukkan sanubari, para jemaah dimanjakan dengan balutan rindu dari ranah Minang lewat piring-piring sajian nan menggugah selera. Nuansa “ketek-ketek di kampuang” (masa kecil di kampung halaman) seakan bangkit kembali melalui hidangan karupuak leak atau kerupuk kuah sate yang kaya akan kepingan memori masa silam. Tak ketinggalan, manisnya kacimuih dan legitnya lapek sagan perpaduan syahdu antara ketan dan pisang yang dibalut apik dalam dekapan daun pisang menjadi pelengkap manisnya ukhuwah hari ini.

Momen pengajian kian istimewa dengan kehadiran Dewan Pakar DPP IKM, Dr. H. Ferry Taslim, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo. Saat ini, beliau tengah mengemban amanah negara di Kota Tinutuan sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

Selain kiprah beliau di ranah penegakan hukum, Dt. Toembidjo juga memegang amanah sebagai Dewan Pembina IKM Sapayuang Sulawesi Selatan serta Dewan Komite Etik & Pengawasan Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS).

Sebagai seorang Niniak Mamak atau Penghulu Adat Minangkabau, beliau senantiasa mengayomi dan menghidupkan ruh pepatah pusaka, “Anak dipangku, kamanakan dibimbiang”. Sebuah filosofi adat yang menegaskan tanggung jawab seorang tetua dalam memeluk serta menuntun sanak kemenakan dalam melangkah di jalan yang lurus.

Dalam kesempatan sarat hikmah tersebut, Dt. Toembidjo menyempatkan diri memberikan pesan kehidupan bagi para diaspora Minang.

“Sebagai perantau yang merajut takdir di tanah orang, mari kita senantiasa menghidupkan keluhuran budi dengan berpegang teguh pada petuah, ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Kita jaga harmoni dan kita tebarkan rahmat bagi sesama di tanah Minahasa ini. Namun ingatlah, sejauh apa pun raga melangkah, ruh dan identitas kita sebagai insan Minangkabau harus selalu bersandar pada satu fondasi suci yang tak lekang oleh waktu: ‘Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah’,” tutur Dt. Toembidjo yang bergelar Doktor tersebut.

Tak sekadar menjadi ajang zikir dan tausiyah, majelis ini juga menjadi wadah musyawarah mufakat yang produktif. Menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang kian dekat, di sela-sela acara telah disepakati rencana pagelaran tanding domino badunsanak yang akan dilaksanakan pada minggu depan.

Menariknya, antusiasme dan kekompakan warga IKM Manado langsung terwujud dalam bentuk tindakan nyata. Melalui tradisi basidoncek (pengumpulan dana secara spontan dan gotong royong), pada siang itu langsung terkumpul donasi penyelenggaraan sebesar Rp6.000.000 (enam juta rupiah).

Majelis ilmu dan silaturahmi di kediaman Bapak Rully Alfansuri ini pun ditutup dengan senyum semringah serta semangat kebersamaan yang menyala. Sebuah potret nyata bahwa diaspora Minang di ujung utara Celebes senantiasa menghidupkan pelita agama, merawat warisan peradaban leluhur, serta menjaga kekompakan badunsanak di tanah rantau.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *