Resonansi Kebaikan di Bawah Naungan Ukhuwah: Pengurus Baru Tim Jum’at Berkah “Fastabiqul Khairat” IKASMIN-SS Gelar Konsolidasi Syiar Kedermawanan

Resonansi Kebaikan di Bawah Naungan Ukhuwah: Pengurus Baru Tim Jum’at Berkah “Fastabiqul Khairat” IKASMIN-SS Gelar Konsolidasi Syiar Kedermawanan

MAKASSAR (06/08) — Dalam balutan sejuk malam pergantian hari menuju Sayyidul Ayyam (hari yang mulia), Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS) kembali merenda jejak filantropi Islam. Bertempat di RM. Annisa Minang Jl. Mappaodang jajaran pengurus menggelar majelis konsolidasi dan konstelasi pemikiran ba’da Isya, Kamis malam (6/8/2026).

Pertemuan ini menjadi episentrum perumusan langkah strategis penyaluran amanah umat pada esok hari, sekaligus menahbiskan wajah baru kepengurusan yang kini mengusung nomenklatur luhur: Tim Jum’at Berkah “Fastabiqul Khairat”.

Majelis yang sarat akan dialektika kepedulian sosial ini dihadiri oleh para pilar utama organisasi. Tampak hadir Ketua Presidium IKASMIN-SS, Sauki Mangkuto Sutan; Sekretaris Jenderal, Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam; serta Bendahara, Hendri Sutan Pado. Tak ketinggalan, hadir pula Dewan Kesejahteraan Anggota IKASMIN-SS, Buya Syamsuardi, yang senantiasa mengawal arah spiritual pergerakan organisasi.

Pertemuan malam ini sekaligus menjadi panggung pengukuhan amanah bagi nakhoda baru Tim Jum’at Berkah, Kol. Inf. Indra Kurnia, S.Sos., M.Si., yang didampingi oleh Wakil Ketua, Zainal Sutan Parmato, dan Sekretaris Tim, M. Fendi Intan Marajo.

Evaluasi dan Pemetaan Taktis Penyaluran Amanah
Agenda utama konsolidasi difokuskan pada evaluasi komprehensif kegiatan sebelumnya dan pemetaan taktis penyaluran donasi. Di tengah denting waktu yang terus berdetak, tim mengakumulasi manifestasi kedermawanan dari para muhsinin (donatur) yang batas penerimaannya ditutup tepat pada malam pertemuan ini. Seluruh dana dan logistik yang terhimpun akan dikonversi menjadi berkah nyata, disiapkan untuk meretas batas dan menyapa mereka yang berhak menerima pada fajar Jumat esok.

Menyemai asa dalam arahannya, Ketua Presidium IKASMIN-SS, Sauki Mangkuto Sutan, menggarisbawahi urgensi pembaruan semangat dalam tubuh pergerakan filantropi ikatan keluarga ini.

“Kehadiran Tim ‘Fastabiqul Khairat’ bukanlah sekadar pergantian nama, melainkan metamorfosis dari ikhtiar kita merawat nurani. Ini adalah manifestasi dari ukhuwah Islamiyah yang melampaui batas retorika. Saya berharap, kepengurusan yang baru mampu menjadi oase di tengah dahaga sosial, menyalurkan setiap peser amanah donatur dengan presisi, transparansi, dan penuh kelembutan adab ala ‘urang awak’ di perantauan.” — Sauki Mangkuto Sutan, Ketua Presidium IKASMIN-SS

Menyambut tongkat estafet kepemimpinan tersebut, Ketua Tim Jum’at Berkah yang baru, Kol. Inf. Indra Kurnia, menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi gerak kebaikan dengan napas kedisiplinan serta keikhlasan tingkat tinggi.

“Esensi dari ‘Fastabiqul Khairat’ adalah berlomba dalam spektrum kebaikan tanpa menunda waktu. Malam ini kita berhimpun, memetakan kantong-kantong penerima manfaat, agar esok hari tangan-tangan kebaikan ini bisa bergerak secepat rida Allah yang kita dambakan. Terima kasih yang tak terhingga kepada segenap donatur IKASMIN-SS. Setiap rupiah yang diamanahkan malam ini adalah pelita, dan insyaallah, akan bermetamorfosis menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tanpa henti bagi dunsanak sekalian.” — Kol. Inf. Indra Kurnia, S.Sos., M.Si., Ketua Tim Jum’at Berkah “Fastabiqul Khairat” IKASMIN-SS

Melintasi rona geografis, gaung kebaikan ini turut mendapatkan atensi dan pengawalan spiritual dari Dewan Komite Etik & Pengawasan IKASMIN-SS, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo. Dihubungi secara terpisah melalui sambungan WhatsApp karena tengah berada di Manado dalam kapasitasnya sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, beliau menitipkan pesan luhur mengenai urgensi integritas dalam mengelola dana umat.

“Amanah donasi dari para muhsinin bukanlah sekadar deret angka materi, melainkan titipan langit yang kelak akan dihisab di hadapan mizan pengadilan-Nya. Saya berpesan agar gerak langkah Tim ‘Fastabiqul Khairat’ senantiasa dibingkai dengan integritas, transparansi, dan akuntabilitas yang presisi. Jadikan kejujuran sebagai mata air pergerakan kita. Insyaallah, jarak raga dari Manado tidak memutus doa dan asa saya agar setiap tetes keringat tim esok hari dicatat sebagai amal maqbul di sisi Rabbul ‘Alamin.” — Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, Dewan Komite Etik & Pengawasan IKASMIN-SS / Wakajati Sulawesi Utara.

Pertemuan di RM. Annisa Minang tersebut ditutup dengan munajat syahdu dan doa khatamul majelis yang dipimpin oleh Buya Syamsuardi, memohon limpahan keberkahan atas setiap langkah ikhtiar yang diretas. Selepas untaian doa diaminkan, kehangatan ukhuwah semakin paripurna manakala seluruh hadirin merawat tradisi makan basamo, membaur dalam kesederhanaan menyantap hidangan istimewa lauk pauk “Samba buruak-buruak” khas Minangkabau yang kian merekatkan ikatan batin dan memanjakan lisan.

Di bawah bentangan langit Makassar malam ini, IKASMIN-SS kembali mengukuhkan postulat bahwa ikatan persaudaraan sejati tak hanya direkatkan oleh kesamaan tanah leluhur, melainkan dihidupkan oleh denyut nadi kepedulian yang sama terhadap sesama; sebuah simfoni indah dari dakwah bil hal.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *