MAKASSAR (01/08) — Roda waktu dan pengabdian senantiasa mengantarkan insan-insan berdedikasi pada muara takdir yang gemilang. Sebuah kabar membanggakan datang mewarnai lanskap industri nasional, mengiringi langkah salah satu putra terbaik kebanggaan ranah Minangkabau, Ir. Alif Usman Amin, ST., MBA., IPU., ASEAN Eng. Sosok teknokrat visioner yang sebelumnya memegang kendali strategis sebagai Director of Operations PT Kawasan Industri Makassar (PT KIMA) ini, kini resmi merengkuh amanah baru yang lebih masif sebagai Direktur Utama PT Kawasan Industri Medan (PT KIM).
Kiprah emas beliau di timur Indonesia bukan sekadar catatan manajerial di atas kertas korporasi, melainkan sebuah epik tentang bagaimana seorang perantau Minang merajut harmoni dengan lingkungan sekitarnya.
Selama bermukim di pesisir Celebes, Ir. Alif Usman Amin membuktikan kedalaman laku dari falsafah leluhur yang tak lekang oleh zaman: “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.” Beliau tidak hanya melebur sebagai profesional yang memajukan roda ekonomi Sulawesi Selatan, tetapi juga menjelma menjadi oase keteladanan dalam denyut nadi kehidupan sosial kemasyarakatan.
Hal ini terekam indah dalam dedikasi tanpa batas beliau pada paguyuban Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS).
Di tengah padatnya orkestrasi kesibukan beliau menakhodai operasional PT KIMA, ruang waktu seolah selalu sudi bernegosiasi ketika menyangkut urusan silaturahmi. Sebagai Dewan Komite Kesejahteraan Anggota IKASMIN-SS, jejak langkah beliau selalu hadir membersamai berbagai agenda resmi organisasi.
Apabila selembar undangan kegiatan dari IKASMIN-SS tiba, raga beliau senantiasa diupayakan hadir, memberikan konfirmasi bahwa jabatan tinggi tak pernah memberi jarak antara dirinya dengan akar persaudaraan sedarah-setanah.
Lebih dari itu, nurani sosial beliau berpijar terang melalui dukungan penuh yang tak pernah surut pada program-program esensial organisasi. Salah satu yang paling membekas adalah sokongan konsisten beliau pada kegiatan filantropi “Jum’at Berkah” yang dihelat secara apik oleh IKASMIN-SS. Dukungan moral dan material ini menjadi penegas bahwa setiap jengkal keberhasilan yang diraih, haruslah membawa kemaslahatan bagi sesama.
Sikap dermawan dan kepemimpinan berwibawa ini bermuara pada satu filosofi agung yang mendarah daging dalam nadi setiap insan Minangkabau: “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.” Nilai-nilai spiritualitas yang bersanding harmoni dengan keluhuran adat itulah yang memandu kompas moral seorang Ir. Alif Usman Amin. Jabatan dilihatnya bukan sebagai takhta untuk bertahta, melainkan mimbar ibadah untuk terus menebar manfaat.

Menanggapi pencapaian dan rekam jejak gemilang tersebut, Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS, Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam, yang juga merupakan seorang Niniak Mamak atau Penghulu Adat Minangkabau, memberikan apresiasi yang mendalam.
“Beliau adalah manifestasi sejati dari kearifan perantau Minang. Di tengah pusaran hierarki korporasi yang menjulang, akar ketawadukan beliau tetap menghujam kuat pada tradisi dan kepedulian sosial. Dedikasinya pada IKASMIN-SS, wabilkhusus dalam merawat simpul persaudaraan dan menyokong program keumatan, adalah bukti nyata laku luhur seorang perantau. Kami, keluarga besar IKASMIN-SS, merasa sangat kehilangan sosok teladan di Makassar, namun sekaligus teramat bangga melepas langkah beliau menuju Sumatera Utara dengan iringan doa kebaikan,” tutur Dt. Mangkuto Alam dengan nada penuh takzim.
Kini, sayap pengabdian itu harus mengepak lebih jauh menuju pesisir barat Nusantara, di Tanah Deli. Masyarakat Sumatera Utara dan PT KIM menyambut seorang nakhoda baru yang integritasnya telah teruji oleh angin dan gelombang industri di timur Indonesia.
Selamat mengemban amanah baru, Ir. Alif Usman Amin, ST., MBA., IPU., ASEAN Eng. Doa dan kebanggaan keluarga besar IKASMIN-SS serta masyarakat Makassar senantiasa mengiringi langkah bapak. Teruslah menjadi pelita yang tak padam oleh embusan angin, dan jadilah karang yang tak lapuk oleh hantaman ombak, membawa kejayaan bagi PT KIM dengan tetap memegang teguh jati diri sang perantau sejati.
(Redaksi IKASMIN-SS / Liputan Khusus)

