MAKASSAR (15/08) — Kabar duka datang dari Bumi Nyiur Melambai, membawa kesunyian yang dalam ke tengah keluarga besar Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS). Putri Andriani Julfica, putri sulung pasangan Junaidi Chaniago dan Eby Hermanus, yang dikenal sebagai Miss Earth Indonesia 2025, telah berpulang ke rahmatullah di Semarang, Jumat (14/8/2026), tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-26.
Kepergian Putri pada usia yang begitu muda menyisakan duka yang tidak sederhana. Sosok muda yang pernah mengemban nama Indonesia sebagai Miss Earth Indonesia 2025 itu harus mengakhiri perjalanan duniawinya ketika kehidupan masih membuka begitu banyak pintu harapan.
Bagi IKASMIN-SS, kabar tersebut bukan sekadar berita tentang kepergian seorang figur muda. Putri adalah putri dari seorang ayah berdarah Minangkabau, Junaidi Chaniago. Karena itu, dalam ikatan rasa dan persaudaraan Minangkabau, Putri adalah bagian dari keluarga besar dunsanak Minangkabau, Putri adalah anak kami. Anak Minangkabau.
Maka meskipun jenazahnya berpulang jauh di Manado dan keluarga besar IKASMIN-SS berada di Makassar, duka itu tetap menemukan jalannya untuk sampai ke hati.

Informasi berpulangnya Putri diterima oleh Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS, Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam, melalui pesan WhatsApp yang disampaikan Dewan Komite Etik & Pengawasan IKASMIN-SS, Dr. H. Ferry Taslim, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, yang berada di Manado. Kabar tersebut kemudian menjadi duka bersama keluarga besar IKASMIN-SS di Sulawesi Selatan.
Putri diketahui berdomisili di Jakarta dan berada di Semarang dalam rangka menjalankan tugas. Almarhumah mengembuskan napas terakhir setelah mengalami serangan jantung di sebuah hotel di kawasan Jalan Gajah Mada, Semarang.
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, pemeriksaan oleh pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun sebab lain selain serangan jantung.
Putri lahir pada 14 Agustus 2000 dan berpulang pada 14 Agustus 2026, tepat di hari ketika usianya genap 26 tahun.
Ia merupakan anak sulung dari dua bersaudara, meninggalkan kedua orang tuanya, Junaidi Chaniago dan Eby Hermanus, serta seorang adik perempuan bernama Anggelis.
Almarhumah pernah menempuh pendidikan di SD 11 Manado, SMP 2 Manado, dan SMA 7 Manado. Dalam perjalanan kehidupannya, Putri kemudian dikenal sebagai figur publik dan Miss Earth Indonesia 2025.

Setelah proses pengurusan jenazah di Semarang diselesaikan dengan pendampingan dunsanak Minangkabau di kota tersebut, jenazah Putri diberangkatkan menuju Manado pada Sabtu (15/8/2026) dengan perjalanan transit melalui Jakarta.
Jenazah tiba di Manado sekitar pukul 16.30 WITA dan kemudian dibawa menuju rumah duka di Palampat, Kelurahan Tikala, Kota Manado.

Setelah disemayamkan dan mendapatkan penghormatan terakhir dari keluarga serta dunsanak, jenazah Putri kemudian dishalatkan dan dimakamkan di Pemakaman Muslim Tikala, yang berada tidak jauh dari rumah duka.

Manado akhirnya menjadi tempat Putri menutup perjalanan duniawinya, kota yang menjadi bagian penting dari masa pertumbuhan dan pendidikannya.
Di tanah itu pula, keluarga melepasnya dengan air mata, sementara doa-doa dipanjatkan agar perjalanan panjang menuju keharibaan Allah SWT mendapatkan cahaya rahmat dan ampunan-Nya.
Ketua Presidium IKASMIN-SS, Sauki Mangkuto Sutan, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Putri.
Menurutnya, hubungan kekerabatan Minangkabau tidak semestinya diukur hanya melalui kedekatan tempat atau intensitas pertemuan. Ada tali persaudaraan yang berakar jauh lebih dalam pada darah, adat, dan rasa saling memiliki sebagai dunsanak.
“Bagi kami di IKASMIN-SS, Putri bukan sekadar nama yang kami kenal melalui sebuah kabar duka. Ia adalah putri dari seorang ayah berdarah Minangkabau. Karena itu, dalam rasa persaudaraan kita, Putri adalah anak kami, anak Minangkabau. Ketika seorang anak kami berpulang, maka kami di Makassar pun ikut merasakan kehilangan, meskipun jasadnya beristirahat jauh di Manado.”
Sauki menuturkan, jarak antara Makassar dan Manado tidak akan pernah mampu memutus tali kasih dunsanak.
“Jarak boleh membentang, laut boleh memisahkan, tetapi doa tidak mengenal geografis. Duka seorang dunsanak adalah duka kita bersama. Hari ini kami tidak dapat berada di sisi keluarga secara fisik, tetapi hati dan doa kami hadir bersama mereka.”
Ketua Presidium IKASMIN-SS pun mengajak seluruh keluarga besar IKASMIN-SS untuk menjadikan momentum duka tersebut sebagai pengingat tentang kefanaan kehidupan.
“Kematian adalah janji Allah yang pasti. Ia datang tanpa menunggu usia menjadi tua dan tanpa mengetuk pintu dengan tanda-tanda yang selalu dapat kita baca. Semoga kepergian Putri menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperbanyak amal, memperhalus akhlak, dan senantiasa mempersiapkan kepulangan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”
Sementara itu, Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam, mengatakan bahwa dirinya menerima informasi mengenai kepergian Putri langsung dari Dr. H. Ferry Taslim, Dt. Toembidjo, yang berada di Manado.
“Kabar ini saya terima melalui pesan WhatsApp dari Liau Angku Dr. Ferry Taslim, Dt. Toembidjo, yang berada di Manado. Tentu kabar tersebut menghadirkan rasa kehilangan yang mendalam. Putri adalah putri dari seorang laki-laki berdarah Minangkabau. Maka bagi kami, Putri bukan orang lain. Putri adalah anak Minangkabau, dan anak Minangkabau adalah anak kita bersama.”
Dt. Mangkuto Alam menegaskan bahwa IKASMIN-SS di Makassar turut merasakan duka yang dialami keluarga, meskipun secara geografis berada jauh dari lokasi rumah duka dan pemakaman.
“Kami berada di Makassar, sementara Putri telah kembali ke tanah Manado. Tetapi dalam persaudaraan, jarak hanyalah bentangan ruang. Doa mampu menembusnya. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya dan menyampaikan takziah kepada keluarga besar almarhumah.”
Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS tersebut, Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam, turut menyampaikan refleksi mendalam atas kepergian almarhumah Putri Andriani Julfica.
“Hidup bertanya kepada Kematian:
‘Mengapa orang-orang mencintaiku, akan tetapi membencimu?’
Kematian menjawab:
‘Karena kamu adalah dusta yang indah, sementara aku adalah kebenaran yang menyakitkan.’
Pada akhirnya, kehidupan hanyalah persinggahan, sementara kematian adalah pintu kepulangan menuju keabadian. Ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memanggil, tidak ada usia yang terlalu muda untuk kembali, tidak ada waktu yang terlalu cepat untuk berpulang. Yang tersisa hanyalah amal, doa, dan nama baik yang pernah ditanam selama hidup.”
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhumah Putri Andriani Julfica memperoleh husnul khatimah, diampuni segala dosa dan khilafnya, diterima amal ibadahnya, dilapangkan alam kuburnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan dianugerahi kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menerima ketetapan-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.”
Bagi IKASMIN-SS, berpulangnya Putri menjadi sebuah peristiwa yang menghadirkan kesadaran mendalam tentang hakikat kehidupan.
Manusia datang ke dunia membawa amanah. Berjalan dalam usia yang telah ditentukan. Mengukir nama melalui amal dan karya. Lalu pada waktunya, seluruh perjalanan itu akan berhenti di hadapan satu kepastian: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali.
Dari Semarang ia dipulangkan menuju Manado. Dari rumah duka di Palampat, Tikala, ia kemudian diantar menuju Pemakaman Muslim Tikala. Tanah menerima jasadnya, sementara langit menerima doa-doa yang dipanjatkan oleh keluarga, kerabat, dan dunsanak.
Dan dari Makassar, keluarga besar IKASMIN-SS mengirimkan doa yang sama.
Bukan karena jarak telah dekat, tetapi karena dunsanak tidak pernah mengenal kata jauh dalam urusan kasih sayang dan doa.
Atas nama Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS), kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhumah Putri Andriani Julfica, Miss Earth Indonesia 2025.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni segala khilaf dan dosa almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melimpahkan rahmat dan maghfirah-Nya, melapangkan serta menerangi alam kuburnya, dan menjadikannya raudhah min riyadhil jannah, taman dari taman-taman surga.
Semoga setiap kebaikan yang pernah ditanam Putri selama hidupnya menjadi cahaya yang menemaninya dalam perjalanan menuju keabadian.
Dan kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganugerahkan sabar yang indah, ketabahan yang luas, hati yang lapang, serta keikhlasan dalam menerima qadha dan qadar-Nya.
Selamat jalan, Putri.
Dari Tanah Daeng, doa kami menyeberangi laut menuju Bumi Nyiur Melambai. Dari dunsanak, kasih sayang kami mengiringi perjalananmu. Dan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, seluruh kehidupan akhirnya kembali.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

