MAKASSAR (25/08) — Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabut duka nan syahdu tengah menyelimuti keluarga besar Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS). Menjelang senja di hari Senin, selepas asar yang teduh (24/8/2026), sosok teladan yang telah menjadi muara pengayom bagi para perantau, Bapak M. Zein, berpulang ke rahmatullah pada usia 87 tahun.

Almarhum merupakan ayahanda tercinta dari Hendri Sutan Pado, Bendahara IKASMIN-SS, yang meninggalkan empat orang putra. Buah hati beliau lainnya, Rizal Koto, Nofi dan Asmen, turut meneruskan rida perjuangan sang ayah dengan bernaung di bawah panji ukhuwah IKASMIN-SS.
Duka yang mendalam tak hanya membekas di hati anak-anak almarhum, namun juga mewariskan lara yang teramat pekat bagi sang cucu, Evandri. Sebagai putra dari Hendri Sutan Pado, pemuda yang akrab disapa Evan ini memikul amanah moral sebagai tunas harapan dan generasi penerus trah IKASMIN-SS di masa depan.

Bagi Evan, kepergian Alm. M. Zein adalah hilangnya sebuah lentera hidup. Sang kakek bukan sekadar sosok panutan di dalam silsilah keluarga, melainkan samudera keteladanan dan mata air kebijaksanaan yang selama ini membasahi dahaga spiritualnya. Nilai-nilai budi pekerti dan ketangguhan seorang perantau Minang yang diwariskan sang kakek, kelak akan terus Evan bumikan dalam langkahnya merajut ukhuwah di tanah rantau.

Selama menapaki jejak usianya di alam fana, Bapak M. Zein bukan sekadar orang tua biologis, melainkan telah menjelma bak pilar batin bagi segenap Saudagar Minangkabau Sapayuang. Keluwesannya dalam bergaul, keteduhan tutur katanya, serta pelukannya yang merangkul setiap perantau menjadikan beliau senantiasa dianggap sebagai orang tua kandung sendiri oleh para anggota paguyuban.

Jasad almarhum yang telah purna menunaikan takdir ilahiahnya disemayamkan di rumah duka, RM. Pondok Minang, Jl. Masjid Raya, Makassar, diiringi lantunan munajat suci dari sanak saudara.

Tepat pada hari ini Selasa, 25 Agustus 2026 yang bertepatan dengan tarikh mulia 12 Rabiul Awal 1448 H, ribuan doa dilangitkan untuk sang ayahanda. Selepas menunaikan ibadah salat zuhur berjemaah, gelombang jemaah dari pelbagai penjuru perantauan Minangkabau menyatukan saf-saf mahabbah di Masjid Al Fatah, Jl. Kandea Raya, untuk menyalatkan jenazah almarhum dengan penuh kekhusyukan.

Alhamdulillah, lautan manusia yang hadir menjadi saksi bisu atas kebaikan almarhum di masa hidupnya. Iring-iringan duka kemudian mengantarkan jasad beliau menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Pandam Pakuburan Minangkabau, Jl. Macanda.

Jejak kemuliaan almarhum turut tergambar dari rimbunnya karangan bunga duka cita yang menghiasi pelataran. Karangan bunga tersebut mengalir deras dari ragam organisasi serta kolega Hendri Sutan Pado.

Di antara barisan empati tersebut, pendar kepedulian yang sangat menonjol datang dari Dr. Ferry Taslim, Dt. Toembidjo Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara yang juga memegang amanah luhur selaku Dewan Komite Etik & Pengawasan IKASMIN-SS.
Menyikapi kepergian sang teladan, Ketua Presidium IKASMIN-SS, Sauki Mangkuto Sutan, menyampaikan takziah dengan balutan kalimat puitis nan menyentuh kalbu:
“Setiap jiwa yang bernapas kelak akan berlabuh pada dermaga keabadian Sang Khaliq. Beliau adalah pelita bagi kami di tanah rantau, tempat kami merengkuh sejuknya nasihat dan keteladanan. Kepergiannya menorehkan noktah kesedihan yang amat dalam di lubuk hati kami. Namun hari ini, kami melepas kepergian beliau dengan keikhlasan paripurna, mengiringi langkah sucinya merengkuh rida dan Jannah-Nya.”
Ungkapan duka tersebut ditimpali secara selaras oleh Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS, Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam, yang sekaligus menyambung lidah simpati dari jarak jauh. Beliau menyampaikan pesan belasungkawa yang dititipkan melalui sambungan telepon oleh Dr. Ferry Taslim, Dt. Toembidjo.
“Liau Angku Dt. Toembidjo menitipkan salam duka cita yang teramat dalam kepada keluarga besar almarhum dan seluruh kerabat IKASMIN-SS. Raga beliau tidak kuasa hadir memeluk kesedihan ini secara langsung, mengingat beliau tengah menunaikan panggilan tugas negara di Jakarta, memimpin sebagai Ketua Tim Official bagi 17 atlet kontingen Sulawesi Utara yang tengah berjuang pada Kejuaraan Karatedo Gojukai. Meski dipisahkan jarak, doa dan munajat beliau senantiasa membersamai almarhum, memohon ampunan serta tempat terbaik di sisi Allah Azza wa Jalla.”
Kepergian Bapak M. Zein adalah sebuah epilog yang indah bagi seorang hamba yang usai mengabdi di dunia. Semoga segala amal ibadah beliau diterima, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa dilimpahi selimut kesabaran serta ketabahan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.

